Monday , 21 August 2017
Home » Activities » Dampak HIV terhadap Keluarga di Indonesia tahun 2007

Dampak HIV terhadap Keluarga di Indonesia tahun 2007

Kasus HIV terus berkembang dan sudah menyebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Penyebaran HIV tidak hanya pada kelompok populasi berisiko tinggi, seperti pekerja seks dan pelanggannya, pengguna narkoba suntik dan orang yang karena pekerjaannya menuntut mobilitas, tetapi juga pada ibu hamil dan anak-anak. HIV tidak hanya berdampak pada orang yang bersangkutan. Anak-anak dan keluarganya juga mengalami masalah psikososial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Pada tahun 2007 PPK UI di dukung oleh The United Children’s Fund (UNICEF), melakuan survei yang hasilnya digunakan sebagai landasan pengembangan perencanaan perlindungan anak-anak yang terdampak HIV dan AIDS. Survei di lakukan di 7 propinsi dengan kasus HIV tertinggi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara. Survei menggunakan metode cross sectional dengan rancangan kasus dan kontrol. Sasaran survei adalah keluarga yang beranggotakan keluarga HIV positif sebagai populasi kasus dan keluarga yang tidak memiliki anggota keluarga HIV positif dengan populasi kontrol. Pemilihan sampel antara kasus dan kontrol mempertimbangkan tingkat pendidikan yang sebanding. Jumlah partisipan survei sebanyak 693 rumah tangga populasi kasus dan 691 rumah tangga populasi kontrol. Berikut adalah ringkasan hasil survei dimaksud.

Karakteristik Sosio Demografi

Sekitar 75% responden yang terlibat dipenelitian tergolong dalam kategori miskin. Dari Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) yang terlibat di studi ini, 13% diantaranya telah meninggal dunia. Mayoritas ODHA berjenis kelamin laki-laki, dan telah menamatkan pendidikan jenjang SMA; 50% diantaranya telah bekerja. Sebanyak 60% ODHA yang masih bertahan hidup ini terinfeksi melalui narkoba jarum suntik. Lebih dari setengah ODHA (60%) telah menerima pengobatan Antiretroviral Therapy (ARV). Setengah dari anak-anak yang terlibat di studi ini berusia 5-9 tahun. Studi ini menemukan lebih banyak anak yang berstatus yatim di populasi kasus (11%) dibanding populasi control (3%).

Dampak Ekonomi

Rumah tangga di populasi kasus memiliki pengeluaran lebih besar (median Rp 1.725.000) dibanding rumah tangga di populasi kontrol (median Rp 1.565.500). Pengeluaran rumah tangga di populasi kasus digunakan untuk layanan kesehatan, terapi, dan pemakaman. Sejalan dengan hal ini, tabungan rumah tangga populasi kasus (median Rp 1.000.000) juga lebih kecil dibanding populasi kontrol (median Rp. 2.000.000); sedangkan hutang populasi kasus lebih besar (median Rp 1.500.000) dibanding populasi kontrol (median Rp. 1.000.000).

Dampak Pendidikan

Studi ini menemukan lebih banyak anak-anak populasi kasus (14%) yang berhenti sekolah (drop out) dibanding populasi kontrol (8%). Hal ini mungkin juga berhubungan dengan lebih banyaknya anak populasi kasus yang berstatus yatim dibanding populasi kontrol. Prestasi anak populasi kasus di sekolah diketahui lebih rendah dibanding populasi kontrol. Bolos sekolah juga lebih sering ditemui diantara anak-anak populasi kasus dibanding populasi kontrol. Lebih lanjut, lebih banyak anak-anak kelompok kontrol yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dibanding anak-anak populasi kasus; dengan kesulitan finansial sebagai penyebab utama.

Dampak Psikologis

Anak-anak populasi kasus ditemukan cenderung lebih gelisah dan rasa percaya diri yang rendah. Kedua keadaan ini sangat terlihat terutama pada anak yatim. Anak populasi kasus juga lebih dekat dengan anggota keluarga terdekat, dimana anggota keluarga ini terlibat dalam membesarkan anak disamping orang tua. Selain itu, anak-anak populasi kasus lebih berisiko menjadi perokok dan perilaku berisiko lainnya (penggunaan narkoba, seks bebas).

Hasil penelitian ini menunjukkan HIV AIDS tidak hanya berdampak pada ODHA, namun juga orang-orang terdekat ODHA. Orang terdekat ODHA (khususnya anak) diharapkan dapat lebih menjadi perhatian dalam berbagai program HIV AIDS. Lebih lanjut, berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dibidang HIV/AIDS diharapkan memperluas program dengan mencangkup anak-anak dari keluarga HIV sebagai target program.

About Admin CHR UI

Check Also

Pengetahuan Ibu Hamil terkait Pemberian Tablet Tambah Darah di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Purwakarta, Indonesia

Tingginya Angka Kematian Ibu masih menjadi tantangan di Indonesia. Salah satu penyebab kematian ibu yang …