Monday , 21 August 2017
Home » Activities » Pengetahuan Ibu Hamil terkait Pemberian Tablet Tambah Darah di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Purwakarta, Indonesia

Pengetahuan Ibu Hamil terkait Pemberian Tablet Tambah Darah di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Purwakarta, Indonesia

Tingginya Angka Kematian Ibu masih menjadi tantangan di Indonesia. Salah satu penyebab kematian ibu yang paling sering ditemui adalah pendarahan saat proses melahirkan. Sebagai salah satu langkah pencegahan, ibu hendaknya mengkonsumsi tablet tambah darah selama masa kehamilan sebagai salah satu upaya menurunkan Angka Kematian Ibu. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu terkait program pemberian tablet tambah darah di Kabupaten Lebak dan Purwakarta. Selain itu, studi ini juga mengidentfikasi hambatan dan tantangan dalam implementasi program pemberian tablet tambah darah.

Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan ibu hamil (trisemester kedua dan ketiga) dan ibu nifas sebagai informan. Wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) dilaksanakan pada Bulan Maret 2012 di Kabupaten Lebak dan Purwakarta dengan melibatkan total 183 informan. Di Kabupaten Lebak dilakukan 55 kegiatan wawancara mendalam dan empat diskusi kelompok terarah, sedangkan di Kabupaten Purwakarta dilakukukan 57 wawancara mendalam dan delapan diskusi kelompok terarah.

Hasil studi menunjukkan hampir semua ibu hamil yang terlibat di studi ini mengenali tablet dambah darah. Para ibu hamil juga umumnya mengetahui dosis/jumlah tablet tambah tambah darah yang perlu dikonsumsi serta manfaat dari mengkonsumsi tablet tambah darah. Namun, di kedua lokasi studi ditemui beberapa kesalahpahaman terkait tablet tambah darah. Kebanyakan informan menyatakan tablet tambah darah berhubungan dengan hipertensi atau meningkatkan tekanan darah. Beberapa informan juga mengungkapkan bahwa ibu hamil dengan riwayat tekanan darah normal dapat mengalami hipertensi apabila mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin.

Konsumsi tablet tambah darah juga diasosiasikan dengan beberapa efek samping, seperti mimisan, susah buang air besar, tinja berwarna hitam. Efek samping ini diungkapkan menjadi salah satu alasan ibu tidak mengkonsumsi tablet tambah darah. Selain itu, informan menyatakan ibu hamil jarang menerima informasi terkait efek samping mengkonsumsi tablet tambah darah saat kunjungan antenatal.

Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya upaya edukasi, terutama terkait efek samping tablet tambah darah bagi ibu hamil di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Purwakarta. Petugas kesehatan di kedua lokasi studi diharapkan meningkatkan kualitas konseling terkait tablet tambah darah bagi ibu hamil. Lebih lanjut, dibutuhkan upaya untuk memperbaiki kesalahpahaman tentang manfaat tablet tambah darah di masyarakat sehingga cakupan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil dapat ditingkatkan.

About Admin CHR UI

Check Also

Dampak HIV terhadap Keluarga di Indonesia tahun 2007

Kasus HIV terus berkembang dan sudah menyebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Penyebaran HIV …