Sunday , 24 September 2017
Home » Activities » Survei Dasar PKH Prestasi

Survei Dasar PKH Prestasi

surveidasar-revDilatarbelakangi oleh kebutuhan akan perlunya perbaikan status gizi anak baduta dan ibu hamil di Indonesia, direncanakan suatu intervensi bernama Program PKH Prestasi (PKH Progresif Pengentasan Masalah Gizi) yang menjadi perluasan program PKH yang telah diterapkan. Kabupaten Brebes akan menjadi satu tempat untuk uji coba intervensi tersebut, dengan mengingat pula sudah berjalannya program PKH reguler selama satu tahun, di samping program perbaikan gizi yang sudah dilaksanakan secara terpisah.

Sebuah studi dasar dilakukan di tahun 2012 dengan rancangan potong lintang di Kabupaten Brebes, dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Survei kuantitatif menggunakan dua populasi, yaitu rumahtangga yang memiliki anak batita, serta rumahtangga yang memiliki ibu hamil. Sampel diambil dengan asumsi cukup untuk melihat perubahan status gizi sesudah intervensi sebesar 5% stunting pada anak batita dan 15% kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Sampel dibedakan atas rumahtangga penerima bantuan PKH dan mereka yang tidak menerima bantuan PKH namun masih termasuk kelompok sosial ekonomi desil-1. Jumlah rumahtangga batita yang berhasil dikunjungi pada kelompok PKH dan Non-PKH masing-masing 1919, serta rumahtangga dengan ibu hamil sebesar 236 pada PKH dan 241 pada Non-PKH. Asesmen dilakukan dengan (1) wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, (2) pengukuran antropometris anak batita dan ibu hamil, (3) pengukuran kadar Hb dengan alat hemocue, dan (4) pengambilan sediaan feses untuk mendeteksi kecacingan di laboratorium. Pengumpulan data survei dilakukan oleh para enumerator, petugas antropometris, dan petugas laboratorium, yang telah dilatih dahulu sebelum survei. Langkah pemantauan ketat dan supervisi dilakukan oleh tim peneliti. Sebagai komplemen, dilakukan wawancara mendalam kepada informan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Brebes.

Hasil studi menunjukkan bahwa rumahtangga, baik dengan anak batita maupun dengan ibu hamil, dari kelompok penerima PKH dan kelompok Non-PKH, berkarakteristik sosiodemografi serupa. Status gizi anak laki sedikit lebih rendah daripada anak perempuan, dan secara rata-rata stunting dialami oleh sekitar sepertiga anak batita. Kurang energi kronis (KEK) terjadi pada 28% ibu hamil. Sekitar 80% anak batita dikenali mengalami anemia, dan anemia kehamilan terjadi pada 60% ibu hamil. Tidak ada perbedaan berarti dalam kondisi tersebut antara mereka yang kelompok PKH dan Non-PKH. Kecacingan terjadi pada sekitar 4% anak batita dan 5% ibu hamil. Dalam waktu dua minggu terakhir, diare terjadi pada sepertiga jumlah anak batita. Infeksi lain seperti suspek pneumonia anak dilaporkan oleh sekitar 10%. Tidak ada perbedaan kejadian penyakit tersebut antara kelompok PKH dan Non-PKH. Pencarian pengobatan atas keadaan di atas masih belum optimal memanfaatkan pelayanan kesehatan dasar termasuk posyandu. Pelayanan kesehatan yang diterima baik oleh ibu hamil maupun ibu batita diakui masih belum berkualitas maksimal.

Rencana intervensi terkait dengan penurunan stunting anak dan anemia anak maupun ibu hamil, melalui Program PKH Prestasi, telah disiapkan oleh pemangku kepentingan di tingkat pusat dan kabupaten, meliputi rencana pelaksanaan, anggaran, dan berbagai panduan maupun sistem pemantauan dan evaluasi. Masih diperlukan koordinasi lintas sektor, terutama bidan dan pendamping PKH, dengan memberdayakan bentuk kerja yang ada, dan juga meningkatkan pemahaman sumber daya manusia yang terlibat akan tugas pokok dan fungsi serta hak dan kewajiban mereka. Di samping itu perlu dikembangkan lebih rinci sistem pengelolaan data untuk monitoring dan evaluasi. Diperlukan penggalian lebih lanjut terkait sosial dan budaya setempat guna mengenali pintu strategis untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan pihak terkait dalam peningkatan kesehatan ibu hamil dan anak baduta.

About ri9ap

Check Also

Pengetahuan Ibu Hamil terkait Pemberian Tablet Tambah Darah di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Purwakarta, Indonesia

Tingginya Angka Kematian Ibu masih menjadi tantangan di Indonesia. Salah satu penyebab kematian ibu yang …