Monday , 21 August 2017
Home » Activities » Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba pada Kelompok Pelajar/Mahasiswa di Indonesia

Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba pada Kelompok Pelajar/Mahasiswa di Indonesia

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonsia melakukan survey tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa secara periodik pada tahun , 2006, dan 2009 dan 2011. Survei dilakukan untuk melihat tren prevalensi penggunaan narkoba dari tahun ke tahun. dengan melibatkan sebanyak 38.663 siswa dan mahasiswa yang tersebar di 607 sekolah/kampus di 16 propinsi, yaitu NAD, Sumatera Utara, Kepri, Jambi, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, NTT, Bali, serta Papua Barat.Survei dilakukan di wilayah urban dan rural di propinsi terpilih.

Artikel ini menampilkan hasil analisis tetang prevalensi penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa yang merupakan bagian dari penelitian dimaksud. Hasil survei yang dilakukan (tahun 2006, 2009, dan 2011) menunjukkan adanya kecenderungan penurunan angka penyalahgunaan pada kelompok yang pernah pakai , yakni 8.1% di tahun 2006, 7.8% di tahun 2009 dan 4.3% di tahun 2011. Kelompok yang menggunakan narkoba pada setahun terakhir adalah yakni 5.2% di tahun 2006, 5.1% di tahun 2009, dan 2.9% di tahun 2011. Namun demikian, kelompok yang pakai pada sebulan terakhir yang cenderung tetap yaitu sebesar 3.1% di tahun 2006, 2.3% di tahun 2009 dan menjadi 2.5% di tahun 2011.

Tidak ada perbedaan pola penyalahgunaan narkoba pada ketiga survei di mana angka penyalahguna lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan; serta semakin tinggi umur responden semakin meningkat angka penyalahgunaan narkoba. Angka penyalahgunaan narkoba pada tahun 2009 dan 2011 lebih tinggi di kota dibanding di kabupaten, tetapi pada survei tahun 2006 angka penyalahgunaan antara kota dan kabupaten relatif sama bahkan cenderung sedikit lebih tinggi di kabupaten. Selain itu, ketiga survey menunjukkan angka penyalahgunaan narkoba cenderung lebih tinggi di sekolah swasta dibanding negeri dan agama.

Sebagian lokasi survei menunjukkan kecenderungan penurunan angka penyalahgunaan. Namun, beberapa lokasi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, dan Kalimantan Tengah menunjukkan angka yang relatif stabil; bahkan DKI Jakarta cenderung menunjukkan peningkatan angka penyalahgunaan dalam periode setahun dan sebulan terakhir pakai.

Jenis narkoba yang disalahgunakan umumnya adalah ganja, ngelem, dextro, analgetik, ekstasi, dan shabu   (jenis ini konsisten digunakan pelajar dan mahasiswa pada tahun 2006, 2009 dan 2011). Penyalahgunaan berbagai jenis narkoba dalam kategori waktu pemakaian setahun terakhir hampir semuanya mengalami penurunan dari tahun 2006 sampai 2009, kecuali ganja yang sedikit mengalami peningkatan di tahun 2011 dibanding 2009. Kecubung dan barbiturate yang angka penyalahgunaannya cukup tinggi pada survei tahun 2006 mengalami penurunan yang sangat drastis pada tahun 2011.

Selama periode tahun 2006 sampai tahun 2011 menunjukkan terjadi peningkatan program penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang dilakukan oleh berbagai pihak/instansi. Sekolah/kampus, BNN, dan rumah sakit/ fasilitas pelayanan kesehatan merupakan instansi yang paling banyak melakukan kegiatan terkait dengan P4GN di berbagai daerah. Peran serta BNNP, BNNK, dan LSM terhadap program P4GN terlihat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Di sisi lain, tidak ada perbedaan tingkat keterpaparan program P4GN dari ketiga hasil survei, lebih dari 80% pelajar/mahasiswa yang mengaku pernah terpapar dengan program P4GN.

Berbagai jenis kegiatan dalam upaya P4GN sudah cukup banyak dilakukan hampir di semua sekolah/ kampus pada semua propinsi, terutama pada saat ospek ataupun MOS (penerimaan siswa/ mahasiswa baru). Berbagai kegiatan terkait program P4GN sudah mulai dilakukan di beberapa sekolah dengan mengintegrasikan ke dalam kurikulum mata pelajaran ataupun mata ajaran perkuliahan. Pada umumnya berbagai kegiatan yang sifatnya lebih intensif dan rutin baru merupakan proyek percontohan (pilot project) yang didukung oleh berbagai instansi pemerintah ataupun swasta yang bersifat kerjasama lintas sektor.

About Admin CHR UI

Check Also

Pengetahuan Ibu Hamil terkait Pemberian Tablet Tambah Darah di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Purwakarta, Indonesia

Tingginya Angka Kematian Ibu masih menjadi tantangan di Indonesia. Salah satu penyebab kematian ibu yang …